Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Februari 2014

KONFLIK INDONESIA BELANDA Dan perjuangan bersenjata Mempertahankan kemerdekaan



1.1  Latar Belakang Konflik Indonesia – Belanda
      Menyerahnya Jepang kepada sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945 membawa hikmah yang sangat besar kepada perkembangan bangsa Indonesia sebagai sebuah Negara yanag berdaulat. “Vacuum of Power”, yaitu kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia dapat dimanfaatkan oleh para “Founding fathers” untuk memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan dilanjutkan dengan upaya melengkapi kelengkapan Negara melalui sidang  PPKI tanggal 18, 19 dan 22 Agustus 1945. Maka lengkap dan sah lah Indonesia sebagai sebuah Negara berdaulat dengan nama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
      Berbagai peristiwa telah terjadi di Indonesia setelah Soekarno Hatta memproklamasikan kemerdekaan RI. Di daerah daerah muncul berbagai peristiwa spontan dan heorik sebagai bentuk dukungan terhadap proklamasi, seperti :
1)      Surat Pernyataan Sri Sultan Hamengku Buwono IX (5 September 1945)
Berisi tentang pernyataan resmi Sri Sultan Hamengku Buwono IX, bahwa Kraton Ngayogyakarto Hadiningrat menyatakan diri bergabung dengan RI sebagai daerah Istimewa.
 (Catatan Penting :  bahwa Keraton Yogyakarta tidak pernah dijajah oleh Hindia Belanda, sehingga ketika Indonesia merdeka Yogyakarta adalah Negara/kerajaan mandiri. Karena menurut perjanjian internasional tahun 1896 wilayah Indonesia adalah Bekas Hindia Belanda)”.
Dengan pernyataan ini secara resmi Yogyakarta menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republic Indonesia.
2)      Rapat Raksasa di Lap. Ikada (19 September 1945)
3)      Insiden Bendera di Hotel Yamato (19 September 1945)
4)      Pertempuran lima hari di Semarang
5)      Dsb (materi ini dibahas di kelas 8)
      Sebagai pemenang Perang Dunia II, tetap berusaha untuk masuk ke Indonesia. Pasukan Sekutu yang diwakili oleh AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies = Pasukan Sekutu dari Divisi Inggris) mendarat di Tanjung Priok pada tanggal 29 September 1945 dibawah pimpinan Letnan Jenderal Sir Philip Christisson. Kedatangan pasukan AFNEI ini pada awalnya disambut dengan hangat oleh pemerintah RI, karena mereka mengemban tugas untuk :
1.      melucuti sejata pasukan Jepang dan memulangkan tentara Jepang ke negaranya
2.      membebaskan tawanan perang
3.      mengadili dan menjatuhkan hukuman kepada para penjahat aperang
Di Indonesia pasukan AFNEI dibagi dalam 3 divisi, yaitu :
1)      Divisi India ke 23 ditempatkan di Jawa Barat, dipimpin oleh Mayjend. DC. Hawthorn
2)      Divisi India ke 5 di tempatkan di Jawa Timur, dipimpin oleh Mayjend EC Mansergh
3)      Divisi India ke 26 ditempatkan di Sumatera, dipimpin oleh Mayjend HM Chambers
      Situasi berubah menjadi kecurigaan setelah bangsa Indonesia mengetahui bahwa kedatangan pasukan AFNEI diboncengi oleh NICA (Nederlands Indische Civil Administratie) dibawah komando Mayjend HJ Van Mook dan Mayjend Van der Plass. Kedatangan NICA ini menimbulkan kecurigaan bahwa Belanda akan mengambil kembali kekuasaannya di Indonesia. Kecurigaan tersebut semakin tampak setelah NICA mempersenjatai kembali KNIL (Pasukan Belanda di Indonesia) yang telah dibebaskan dari tawanan Jepang. Pasukan NICA mulai memancing perselisihan di berbagai daerah dengan tindakan yang provokatif, sehingga menimbulkan insiden-insiden pertempuran dengan para pejuang RI. Contoh konkrit tindakan provokatif NICA adalah : Insiden Bendera di Hotel Yamato Surabaya pada tanggal 19 September 1945.


1.2               
Dua peristiwa yang terjadi secara bersamaan pada tanggal 19 September 1945 :
1. Sebelah kiri     : insiden bendera di Hotel Yamato Surabaya
2. Sebelah kanan : suasana rapat raksasa (Komite Van Aksi) di lap. Ikada Jakarta


1.2  Perjuangan Rakyat dan Pemerintah di Berbagai Daerah Dalam Usaha Mempertahankan Kemerdekaan Indoneisa
  1. Peristiwa Heroik di Surabaya (10 Nopember 1945)
Pasukan Sekutu mulai memasuki kota Surabaya pada tanggal 20 Oktober 1945 dibawah pimpinan Mayor Jenderal AWS Mallaby. Mereka langsung menyerbu penjara republic untuk membebaskan tenatara sekutu dari tawanan para pejuang RI. Tindakan profokatif ini memancing insiden-insiden kecil, dan mencapai puncaknya dengan tewasnya Mallaby dalam insiden pertempuran di Jembatan Merah. Peristiwa ini dijadikan alasan oleh sekutu untuk mengeluarkan ultimatum kepada rakyat Surabaya “ …………..para pemimpin dan orang orang Indoneisa yang bersenjata harus melapor dan menyerahkan senjatanya ditempat-tempat yang telah ditentukan. Selanjutnya, menyerahkan diri dengan mengangkat tangan keaatas, dengan batas waktu tanggal 10 Nopember 1945 jam 06.00 pagi. Bila tidak, Saurabaya akan digempur dari darat, laut dan udara….”
Ultimatum in tidak dihiraukan oleh para pejuang Surabaya. Bung Tomo, dengan pidatonya yang berkobar-kobar dari RRI Stasiun Surabaya membakar semanagat juang rakyat Surabaya menentang kembalinya Sekutu dan Belanda.
Maka pada tanggal 10 Nopember 1945 terbuktilah ancaman dari Sekutu untuk mebombardir Saurabaya dari darat, laut dan udara. Pertempuran yang tidak seimbangpun terjadi. Sekutu dengan peralatan dan mesin tempur yang canggih, sedangkan para pejuang RI dengan senjata seadanya hasil rampasan dari Jepang.
“Sang Orator Bung Tomo” ; pembakar semangat juang dan pemimpin pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya. Beliau gugur dalam peristiwa yang sangat dahsyat itu. (Para veteran Sekutu mengatakan bahwa peristiwa 10 Nop. 1945 di Surabaya sebagai Inferno / neraka, yang kedahsyatan perangnya lebih mengerikan dibandingkan perang dunia II)
Sumber : 30 Th. Indonesia Merdeka
Pasukan BKR dari berbagai daerah di Indonesia berdatangan masuk ke Surabaya untuk bertempur bersama-sama rakyat Surabaya melawan Sekutu. Pertempuran baru berakhir tanggal 14 Desember 1945.

  1. Palagan Ambarawa (12 –  15 Desember 1945)
Peristiwa ini bermula dari kedatnagan tentara Sekutu dibawah pimpinan Brigjend. Bethel di Semarang. Tujuan semula poasukan ini adalah mengurus tawanan perang Jepang. Namun NICA kemudian mempersenjatai para bekas tawanan ini untuk membuat kekacauan di Kota Magelang dan Ambarawa. Pertempuran sudah dimulai sejak 20 Nopember 1945. Pertempuran mencapai puncaknya pada tanggal 12 – 15 Desember 1945 dibawah komando kolonel Sudirman. Dengan strategi peperangan yang brillian dari Kolonel Sudirman, pasukan BKR berhasil memukul mundur pasukan Sekutu dari Semarang. Karena jasanya inilah Kolonel Sudirman kemudian diangkat sebagai Panglima TKR (menggantikan Syudancho Supriyadi yang tidak pernah muncul) dengan pangkat baru Panglima Besar Jenderal Sudirman.
Peristiwa ini diperingati sebagai hari infanteri setiap tanggal 15 Desember.

  1. Bandung lautan Api (24 Maret 1946)
Peristiwa ini bermula dari tindakan Sekutu yang memerintahkan para pejuang RI  di Bandung untuk menyerahkan senjata rampasan dari Jepang. Pertempuran pun pecah, dan mengakibatkan Kota Bandung terbagi menjadi dua dengan batas demarkasi jalan/rel kereta api yang membelah kota Bandung. Bandung Utara berhasil dikuasai Sekutu, sedangkan Bandung Selatan dikuasai TKR.
Berdasarkan Saurat Perintah Perdana Menteri Amir Syarifudin pada tanggal 20 Nopember 1945, antara pasukan Sekutu dan TKR harus mengadakan genjatan senjata /menghentikan tembak menembak.
Pada tanggal 23 Maret 1946 Sekutu mengeluarkan ultimatum  kepada para pejuang RI untuk mengosongkan kota Bandung . Akibatnya pertempuran pun kembali menghebat. Pada saat itu datang dua buah surat perintah yang isinya membingungkan, yaitu :
1)      Dari perdana Menteri Amir Syarifudin
Bahwa para pejuang / pasukan RI harus mundur  dari kota Bandung sesuai dengan perjanjian antara pemerintah RI dengan Sekutu yanag saat itu sedang berlangsung di Jakarta.
2)      Dari Panglima TKR (Jenderal Sudirman)
Bahwa para pejuang/pasukan RI harus mempertahankan Kota bandung sampai titik darah penghabisan.
Menghadapi dua perintah yang berbeda ini, akhirnya pada tanggal 24 Maret 1946 pasukan RI mengambil sikap untuk mundur dari kota Bandung dengan cara membumi hanguskan kota Bandung, supaya semua fasilitas yang ada tidak dapat dipergunakan oleh Sekutu. Maka terjadilah apa yang disebut dengan Bandung Lautan Api.
  1. Medan Area (10 Dember 1945)
Pasukan Sekutu memasuki Kota Medan dibawah pimpin Brigadir Jenderal Ted Kelly, didahului oleh pasukan komando pimpinan Kapten Westerling
Pada tanggal 18 Oktober 1945 Sekutu mengeluarkan ultimatum yang isinya :
1)      melarang rakyat membawa senjata
2)      semua senjata harus diserahkan kepada pasukan Sekutu
Karena ultimatumnya tidak dihiraukan oleh rakyat Medan, Pasukan Sekutu mengerahkan kekuatannya untuk menggempur kota Medan dan sekitarnya. Serangan Sekutu ini dihadapi dengan gagah berani oleh pejuang RI dibawah koordinasi kolonel Ahmad Tahir
  1. Puputan Margarana di Bali (18 Desember 1946)
Dalam bahasa bali, Puputan berarti perang sampai titik darah penghabisan. Peristiwa inilah yang terjadi di desa Margarana, Tabanan Bali pada tanggal 18 Desember 1946. Pasukan Ciung Wanara pimpinan Kolonel I Gusti Ngurah Rai dengan semangat puputan menyerbu tangsi / markas NICA di Tabanan untuk menggagalkan pembentukan Negara Indonesia Timur dalam Konferensi Denpasar yang saat itu sedang berlangsung. I Gusti Ngurah Rai dan seluruh anggota pasukannya gugur dalam pertempuran tersebut.
  1. Peristiwa 11 Nopember 1946 di Sulawesi Selatan
Pada saat Belanda (Mayjend Van Mook) sedang mengadakan Konferensi Denpasar dalam rangka pembentukan negara Indonesia Timur dan negara-negara boneka lainnya, pada tanggal 11 Desember 1946 Belanda mengumumkan bahwa Sulawesi berada dalam status darurat perang dan hukum militer (akibat dari penolakan rakyat terhadap rencana (pembentukan Negara Indonesia Timur). Rakyat Sulawesi Selatan yang diangap menolak atau tidak setuju/menentang rencana tersebut dibantai habis oleh pasukan Belanda pimpinan Raymond Westerling yang mengakibatkan lebih dari 40.000 jiwa rakyat Sulawesi meninggal.
Robert Wolter Monginsidi dan Andi Matalatta yang memimpin pasukan untuk melawan kebiadaban Belanda akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Kamis, 13 Februari 2014

SEJARAH UANG


Sejak zaman purba, manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Kebutuhan manusia bertambah dan dirasakan tidak mungkin lagi memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia mulai memerlukan barang buatan orang lain. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut mereka melakukan barter (tukar menukar barang). Ternyata barter dirasakan memiliki kelemahan diantaranya barang yang ditukarkan tidak bisa dipecah-pecah untuk dapat ditukarkan dengan beberapa barang yang dibutuhkannya. Oleh karena itu masyarakat mencari inisiatif untuk mencari dan menetapkan alat perantara tukar menukar yang dapat diterima dan ditukarkan kepada siapapun. Alat tersebut disebut dengan uang barang, contohnya tembakau, kerang, gading, garam. Uang barang ini ternyata memiliki beberapa kelemahan juga diantaranya : sukar dibawa ke mana-mana, sukar disimpan, tidak tahan lama, nilainya tidak tetap, dan tidak bisa dipecah-pecah. Kemudian manusia mencari alat lain yang dapat dijadikan alat tukar lain yang terbuat dari emas dan perak yang disebut dengan uang logam. Ternyata uang logampun memiliki kelemahan kemudian manusia menciptakan lagi uang kertas.
  • Syarat uang
-          Diterima secara umum (acceptability),
-          Tahan lama (durability),
-          Kualitasnya cenderung sama (uniformity),
-          jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity).
-          Mudah dibawa ( portable),
-          Mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility),
-          Nilainya cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
  • Pengertian uang
Menurut Robertson
Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima dalam pembayaran barang-barang
Menurut R.S. Sayers
Uang adalah segala sesuatu yang umum diterima sebagai alat pembayaran utang
A.C. Pigou
Uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan  sebagai alat penukar
Albert Gailort Harta
Uang adalah kekayaan yang dapat digunakan oleh pemiliknyua untuk melunasi utangnya dalam jumlah tertentu pada waktu itu juga
Rollin G. Thomas
Uang adalah segala sesuatu yang diterima umum dalam pembayaran (pembelian) barang-barang, jasa-jasa, dan pelunasan utang

Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa uang adalah segala sesuatu yang dapat diterima umum sebagai alat penunjuk harga barang dan jasa, alat penukar, merupakan kekayaan, dan dapat dijadikan sebagai alat untuk membayar utang.
  • Fungsi uang
Uang memiliki 2 fungsi utama yaitu  fungsi asli dan dan fungsi turunan.
Fungsi asli terdiri dari :
a.  Sebagai alat tukar
Uang dapat digunakan untuk menukarkan antara :
Benda – uang – benda
Benda –uang – jasa
Jasa – uang – benda
Jasa – uang – jasa
b.  Sebagai alat satuan hitung
Uang memiliki fungsi sebagai alat satuan hitung maksudnya uang memiliki nilai tukar yang tepat dan tetap untuk menghitung nilai suatu barang.
Fungsi turunan terdiri dari :
v Sebagai penunjuk harga, maksudnya harga suatu barang dinyatakan dengan nilai uangnya sendiri bukan dengan nilai tukarnya.
v Sebagai alat pembayaran, maksudnya pajak dan denda hanya syah jika dibayar daengan uang
v Alat penyimpan/penabung, maksudnya uang dapat digunakan sebagai cadangan untuk keperluan yang akan dating
v Sebagai pendorong kegiatan ekonomi, maksudnya setiap orang akan bekerja karena ia ingin mendapatkan uang
v Sebagai pembentuk dan pemindah kekayaan, maksudnya:
Uang dapat digunakan untuk membentuk kekayaan dengan caara menabung
Uang dapat digunakan untuk memindahkan kekayaan dengan cara menjual barangnya kemudian membeli barang baru ditempat lain dengan menggunakan uang
v Sebagai Standar pembayaran utang , maksudnyadengan adanya uang semua utang dapat dihitung nominal pinjaman dan cicilannya
v Sebagai alat pencipta kesempatan kerja, maksudnya dengan uang orang dapat mendirikan perusahaan kemudian menampung banyak tenaga kerja
  •  Jenis uang:
a.  Uang Kartal adalah uang yang syah sebagai alat pemabayaran umum.
1)  Uang Pemerintah/Negara terdiri dari :
a)  Uang Kertas. Cirinya
v Bertuliskan Republik Indonesia
v Dirandatangani oleh Menteri Keuangan
b)  Uang Logam. Cirinya :
v Terbuat dari perunggu dan alumunium
v Bertuliskan Indonesia (sejak tahun 1969 uang negara tidak beredar lagi dan dilimpahkan kepada Bank sirkulasi
2)  Uang Bank terdiri dari :
a)  Uang Kertas. Cirinya :
v Bertuliskan Bank Indonesia
v Ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia dan Direktur (sejak tahun 1999 ditandatangani oleh dewan gubernur bank Indonesia yang terdiri dari gubernur dan deputi gubernur
b)  Uang Logam. Cirinya :
v Terbuat dari perunggu dan alumunium
v Bertuliskan Bank Indonesia
Uang Bank dicetak oleh Perum Peruri sesuai dengan PP no. 30 tahun 1985 yang mengatur bidang usaha peruri antara lain :
v Mencetak uang kertas
v Mencetak cetakan harga
v Membuat bahan dasar uang
v Usaha lain yang berhubungan dengan tujuan perusahaan atas persetujuan Menteri Keuangan

b.  Uang Giral
Uang Giral adalah saldo tagihan di bank atau rekening Koran yang sewaktu-waktu dapat diambil dan digunakan sebagai alat pembayaran yang syah.
Macam-macam uang giral  terdiri dari cek, giro, dan telegraphic transfer.
1)  Cek adalah surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada orang yang namanya terteradalam cek tersebut
Macam-macam cek :
a)  Cek atas tunjuk, yaitu cek yang berisikan perintah kepada bank untuk membayar kepada orang yang membawa cek tersebut
b)  Cek atas nama, yaitu cek yang akan dibayarkan kepada orang yang namanya tertera dalam cek tersebut
c)  Cek silang, yaitu cek yang digunakan untuk setoran uang
d)  Cek kosong, yaitu cek yang ditolak oleh bank karena dananya tidak mencukupi
2)  Giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahbukukan uang dari rekeningnya kepada rekening yang lain
3)  Telegrafic transfer  adalah untuk melakukan pemindahbukuan uang antar nasabah di kota yang berlainan
  • Valuta Asing
Kurs valuta asing adalah harga mata uang asing yang dinyatakan dalam rupiah
Jenis kurs :
a.  Kurs jual (membeli mata uang asing) : adalah nilai tukar jika kita menukarkan mata uang rupiah ke dalam mata uang asing
b.  Kurs beli (menual mata uang asing) : adalah nilai tukar jika kita menukarkan mata uang asing ke dalam rupiah
Contoh kurs valuta asing Bank Indonesia
Mata uang                         Beli                           jual
US $                                 8.665,00                    9.665,00
Kita membeli 1 dolar amerika, maka kita harus menyerahkan Rp. 9.665,00 karena Bank Indonesia melakukan penjualan (kurs jual)
Kita menjual 1 dolar amerika, maka kita akan menerima Rp. 8.665,00 karena Bank Indonesia melakukan pembelian (kurs beli)
  • Bank
Bank adalah suatu lembaga keuangan yang merupakan tempat penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit, dan juga perantara di dalam lalu lintas pembayaran
  • Jenis Bank
a.  Bank Sentral
Bank sentral adalah bank yang diberi tugas oleh pemerintah untuk mengatur dan mengawasi kegiatan lembaga keuangan dalam perekonomian.
Tugas Pokok Bank Sentral :
v Mengatur peredaran dan pencetakan uang
v Menjaga kestabilan nilai uang
v Mendorong masyarakat untuk menabung
v Menetapkan bunga pinjaman dan simpanan
v Mengawasi bank-bank yang ada di Indonesia
v Memegang kas negara
v Memberi pinjaman kepada seluruh bank di Indonesia (banker’s bank)
b.  Bank Umum/Bank Komersil
Bank umum adalah bank yang kegiatannya memberikan jasa dalam  lalu lintas pembayaran
Berdasarkan kegiatannya, bank umum dapat dibagi menjadi :
1)  Bank konvensional contoh BRI, BNI, BCA
2)  Bank syariah, contoh Bank Muamalah Indonesia, Bank Syariah Mandiri
Tugas Bank Umum:
1)  Menghimpun dana dari masyarakat
2)  Memberi pinjaman kepada masyarakat
3)  Memberikan jasa-jasa dalam bidang keuangan kepada masyarakat.
Kegiatan Bank Umum :
1)  Melakukan kegiatan dalam valuta asing
2)  Melakukan kegiatn penyertaan modal
3)  Bertindak saebagai pendiri dana pensiun
Bentuk Hukum Bank Umum :
1)  Perseroan Terbatas (PT)
2)  Perusahaan Daerah
3)  Koperasi
c.  Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
BPR adalah bank yang kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran dan kegiatannya lebih sempit dari bank umum
Tugas BPR :
1)  Menerima simpanan dalam bentuk tabungan / deposito
2)  Memberi kredit
3)  Pembiayaan nasabah
BPR dilarang :
1)  Menerima simpanan dalam bentuk giro
2)  Melakukan kegiatan valuta asing
3)  Melakukan usaha asuransi
Bentuk hukum BPR :
1)  Perseroan Terbatas (PT)
2)  Perusahaan Daerah
3)  Koperasi
  • Lembaga nonbank
1.  Koperasi Simpan Pinjam
Adalah Lembaga keuangan berbentuk koperasi  yang usahanya di bidang perkreditan
Fungsinya :
a.        Mendorong kegiatan menabung
b.        Melayani pinjaman
c.        Menyelamatkan anggota dari cengkeraman lintah darat
2.  Pegadaian
Adalah lembaga pemberi kredit kepada umum dalam jumlah kecil dan peminjam harus menyerahkan jaminan berupa benda
Fungsinya :
Melindungi masyarakat dari cengkeraman lintah darat
3.  Perusahaan Asuransi
Adalah lembaga keuangan yang memberikan jasa kredit kepada pihak yang mempertanggungkan.
Dalam asuransi akan melibatkan unsur-unsur sebagai berikut :
a.  Pihak tertanggung, yaitu pihak yang mengasuransikan dan berkewajiban membayar premi asuransi
b.  Pihak penanggung, yaitu pihak yang menerima premi asuransi yang akan menanggung dan memberi ganti rugi jika terjadi risiko
Fungsi perusahaan asuransi:
Untuk memberikan jasa pertanggungan
4.  Dana Pensiun
Adalah lembaga keuangan yang menghimpun dana dengan cara pemotongan gaji setiap bulannya
Fungsi dana pensiun :
Memberikan uang pensiun kepada orang yang sudah selesai dari masa jabatannya